Sebenarnya KDB ada banyak namun sekarang digunakan 4 untuk penyeragaman. KDB itu antara lain :
1. Beneficence (berdasarkan kebaikan)
Ciri :
• Alturisme (tanpa pamrih, rela berkotban)
• Memandang sesuau atau seseorang tak hanya sejauh menguntungkan dokter
• Manfaat > kerugian
• Menghargai hak pasien
• Golden Rule Principle
2. Autonomy (kemandirian)
Ciri :
• Mengharga hak menentukan nasib sendiri
• Berterus terang
• Menghargai privasi pasien
• Menjaga rahasia
• Melaksanakan informed consent
3. Non Maleficence (darurat)
Ciri :
• Menolong pasien emergensi
• Mencegah pasien dari bahaya lebih lanjut
• Manfaat pasien > kerugian dokter
4. Justice (legal)
Ciri :
• Memberlakukan secara universal.
• Menghargai hak sehat pasien
• Tidak membedakan pelayanan kesehatan yang diberikan.
SYARAT-SYARAT KELALAIAN (4D)
1. DUTY (DUTY OF CARE)
a. -Kewajiban profesi
b. -kewajiban kontrak dengan pasien
2. DERELICTION (BREACH OF DUTY)
a. -Pelanggaran kewajiban tersebut.
3. DAMAGES
a. -Cedera,Mati atau kerugian.
4. DIRECT CAUSALSHIP
a. –Hubungan sebab akibat
Selasa, 30 September 2014
TENTANG KODE ETIK KEPERAWATAN,KAIDAH DASAR BIOETIK DAN SYARAT-SYARAT KELALAIAN (4D)
Kode etik adalah pernyataan standar profesional yang digunakan sebagai pedoman perilaku dan menjadi kerangka kerja untuk membuat keputusan.
Aturan yang berlaku untuk seorang perawat Indonesia dalam melaksanakan tugas/fungsi perawat adalah kode etik perawat nasional Indonesia, dimana seorang perawat selalu berpegang teguh terhadap kode etik sehingga kejadian pelanggaran etik dapat dihindarkan.
Fungsi Kode Etik Perawat
1.Kode etik perawat menunjukkan kepada masyarakat bahwa perawat diharuskan memahami dan menerima kepercayaan dan tanggungjawab yang diberikan kepada perawat oleh masyarakat.
2. Kode etik menjadi pedoman bagi perawat untuk berperilaku dan menjalin hubungan keprofesian sebagai landasan dalam penerapan praktek etikal
3. Kode etik perawat menetapkan hubungan-hubungan profesional yang harus dipatuhi yaitu hubungan perawat dengan pasien/klien sebagai advokator, perawat dengan tenaga profesional kesehatan lain sebagai teman sejawat, dengan profesi keperawatan sebagai seorang kontributor dan dengan masyarakat sebagai perwakilan dari asuhan kesehatan
4. Kode etik perawat memberikan sarana pengaturan diri sebagai profesi.
Kode etik keperawatan Indonesia :
1. Tanggung jawab perawat terhadap individu, keluarga dan masyarakat
Perawat dalam melaksanakan pengabdiannya senantiasa berpedoman kepada tanggungjawab yang bersumber dari adanya kebutuhan akan keperawatan individu, keluarga dan masyarakat.
2. Tanggungjawab terhadap tugas
Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran profesional dalam menerapkan pengetahuan serta ketrampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan individu, keluarga dan masyarakat.
3. Tanggungjawab terhadap sesama perawat dan profesi kesehatan lainnya
Perawat senantiasa memelihara hubungan baik antara sesama perawat dan dengan tenaga kesehatan lainnya, baik dalam memelihara kerahasiaan suasana lingkungan kerja maupun dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan secara menyeluruh.
4. Tanggungjawab terhadap profesi keperawatan
Perawat senantiasa berupaya meningkatkan kemampuan profesional secara sendiri-sendiri dan atau bersama-sama dengan jalan menambah ilmu pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang bermanfaat bagi perkembangan keperawatan.
5. Tanggungjawab terhadap pemerintah, bangsa dan Negara
Perawat senantiasa melaksanakan ketentuan-ketentuan sebagai kebijaksanaan yang diharuskan oleh pemerintah dalam bidang kesehatan dan keperawatan.
Minggu, 28 September 2014
Hubungan Hipertensi dengan Kebutuhan Dasar Manusia
Kebutuhan dasar manusia merupakan elemen yang penting bagi manusia untuk
mempertahankan hidup dan kesehatannya. Kebutuhan tersebut secara terus
menerus berusaha dipenuhi oleh manusia. Ada dorongan-dorongan kebutuhan
dalam tubuhnya untuk tetap bertahan hidup. Dorongan tersebut yaitu
berupa kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhinya.
Kondisi fisik manusia secara integral berkaitan dengan kondisi psikologis dan rohaninya. Manusia adalah satu kesatuan. Apa yang terjadi dengan kondisi fisik manusia akan mempengaruhi pula kondisi psikologis dan rohaninya. Penyakit fisik yang dialami seseorang tidak hanya menyerang manusia secara fisik saja tetapi juga dapat membawa masalah-masalah bagi kondisi psikologisnya dan rohaninya, demikian pula sebaliknya.
Pemenuhan kebutuhan dasar manusia akan terhambat jika seseorang menderita suatu penyakit atau injuri misalnya hipertensi. Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif dan kronik dan memberikan dampak secara holistik baik fisik, psikologis, sosial, ekonomi dan spiritual sehingga akan menyebabkan dalam memenuhi kebutuhan hidup dasarnya mengalami gangguan. Penderita hipertensi umumnya memiliki keluhan pusing, mudah marah, sukar tidur, sesak nafas, mudah lelah dan keluhan lainnya. Adanya kelemahan atau keterbatasan kemampuan dan keluhan lain akibat hipertensi tersebut, penderita akan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhannya baik kebutuhan fisiologis, rasa aman dan nyaman, dicintai dan mencintai, harga diri dan aktualisasi diri.
Kondisi fisik manusia secara integral berkaitan dengan kondisi psikologis dan rohaninya. Manusia adalah satu kesatuan. Apa yang terjadi dengan kondisi fisik manusia akan mempengaruhi pula kondisi psikologis dan rohaninya. Penyakit fisik yang dialami seseorang tidak hanya menyerang manusia secara fisik saja tetapi juga dapat membawa masalah-masalah bagi kondisi psikologisnya dan rohaninya, demikian pula sebaliknya.
Pemenuhan kebutuhan dasar manusia akan terhambat jika seseorang menderita suatu penyakit atau injuri misalnya hipertensi. Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif dan kronik dan memberikan dampak secara holistik baik fisik, psikologis, sosial, ekonomi dan spiritual sehingga akan menyebabkan dalam memenuhi kebutuhan hidup dasarnya mengalami gangguan. Penderita hipertensi umumnya memiliki keluhan pusing, mudah marah, sukar tidur, sesak nafas, mudah lelah dan keluhan lainnya. Adanya kelemahan atau keterbatasan kemampuan dan keluhan lain akibat hipertensi tersebut, penderita akan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhannya baik kebutuhan fisiologis, rasa aman dan nyaman, dicintai dan mencintai, harga diri dan aktualisasi diri.
Definisi Ilmu dan Profesi Keperawatan
Ilmu
keperawatan merupakan ilmu yang mempelajari segala hal mengenai cara
merawat seseorang (pasien) yang mengalami gangguan kesehatan, seseorang
yang membutuhkan suatu terapi penyembuhan secara fisik (jasmani) mau pun
mental (rohani) dan seseorang yang masih sehat tetapi membutuhkan suatu
konsultasi. Menurut Florence Nightingale (1895), keperawatan adalah
menempatkan pasien dalam kondisi paling baik bagi alam dan isinya untuk
bertindak. Sementara menurut Calilista Roy (1976), keperawatan merupakan
definisi ilmiah yang berorientasi kepada praktik keperawatan yang
memiliki sekumpulan pengetahuan untuk memberikan pelayanan kepada klien.
Profesi
keperawatan sendiri lebih mengacu pada individu yang menekuni karir di
bidang tenaga kesehatan sebagai seorang perawat. Perawat menurut UU RI
no. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan adalah mereka yang memiliki
kemampuan dan kewenangan melakukan tindakan keperawatan berdasarkan ilmu
yang dimiliki diperoleh melalui pendidikan keperawatan. Menurut
Virginia Henderson, profesi keperawatan (nursing) didefinisikan dari
sisi fungsional, bahwa tugas unik seorang perawat adalah membantu
seseorang. Sakit atau sehat dengan aksi-aksinya dalam memberikan
sumbangan bagi kesehatan atau penyembuhan (atau kematian yang damai)
yang akan mereka kerjakan tanpa bantuan—seandainya dia memiliki
kekuatan, kehendak atau pengetahuan. Dan melakukan hal ini dengan suatu
cara untuk membantunya meraih kemandirian secepat mungkin.
Jumat, 26 September 2014
asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan nutrisi Presentation Transcript
- ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN GANGGUAN NUTRISI “KWARSHIORKOR”
- Asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan nutrisi adalah tindakan kegiatan atau proses dalam praktik keperawatan yang diberikan langsung kepada klien (pasien) untuk memenuhi kebutuhan pasien dalam mengatasi masalah gangguan nutrisi yang sedang dihadapi oleh pasien. PENGERTIAN ASKEP PADA KLIEN GANGGUAN NUTRISI
- SISTEM TUBUH YANG BERPERAN DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI Sistem Pencernaan ▪ Mulut ▪ Gigi ▪ Lidah ▪ Pharink ▪ Esofagus ▪ Lambung ▪ Usus halus Usus besar Colon Rectum Organ Aseksoris ▪ Hati ▪ Kantong Empedu ▪ Pankreas Gambar.1. Anatomi dan Fisiologi Sistem Pencernaan
- PROSES PADA SALURAN PENCERNAAN
- DEFINISI ▪ Gangguan nutrisi disebut dengan istilah “malnutrisi” ▪ Nama internasional KKP yaitu Calori Protien Malnutrition atau CPM adalah suatu penyakit difisiensi gizi dari keadaan ringan sampai berat, disebut juga Protien Energi Malnutrisi ( PEM ). ▪ Malnutrisi adalah kekurangan gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan, perkembangan, dan kebutuhan energi tubuh. JENIS-JENIS MALNUTRISI 1. Undernutrisi, yang terjadi akibat konsumsi makanan yang kuantitasnya tidak memadai selama periode waktu yang lama. Marasmus dan inanisi yang sinonim dengan undernutrisi yang parah. Kelaparan menyiratkan hampir tidak adanya makanan sama sekali. Contohnya: Marasmus, Kwashiorkor, dan Campuran Marasmus-Kwashiorkor. 2. Overnutrisi, yang terjadi akibat konsumsi makanan yang berlebihan selama periode waktu yang lama. Contohnya: Obesitas Gambar.3. malnutrisi energi dan protein (MEP)
- FOTO-FOTO UNDERNUTRISI
- Untuk Menghitung Status Gizi, Kita Dapat Menggunakan Beberapa Jenis Rumus. Diantaranya Adalah: 1. Dan Interprestasi Persen Deviasi Dari UBW (Usual Body Weight/Berat Badan Biasanya) Dan Persen Penurunan Berat Badan MENGHITUNG STATUS GIZI KOTAK A-1 Menghitung dan Menafsirkan Persentase Deviasi dari Berat Badan Biasa dan Persentase Penurunan Berat Badan Menghitung Persentase Berat Badan Biasa % berat badan biasa = 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑏𝑎𝑑𝑎𝑛 𝑠𝑎𝑎𝑡 𝑖𝑛𝑖 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑏𝑎𝑑𝑎𝑛 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎 x 100 Malnutrisi ringan 85-90% Mallnutrisi sedang 75-84% Malnutrisi berat krang dari 74% Menghitung Persentase Penurunan Berat Badan % berat badan biasa = 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎 −𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑠𝑎𝑎𝑡 𝑖𝑛𝑖 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑏𝑎𝑑𝑎𝑛 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎 x 100 Penurunan berat badan signifikan 5% dalam 1bulan 7,5% dalam 3 bulan 10% dalam 6 bulan Penurunan berat badan berat >5% dalam 1bulan >7,5% dalam 3 bulan >10% dalam 6 bulan
HAEMOGLOBIN (Hb)
Haemoglobin adalah kompleks protein-pigmen yang mengandung zat besi. Kompleks tersebut berwarna merah dan terdapat didalam eritrosit. Sebuah molekul haemoglobin memiliki empat gugus haeme yang mengandung besi fero dan empat rantai globin. Terdapat beberapa bentuk haaemoglobin : tipe fetal (HbF) dan dua bentuk utama haemoglobin dewasa (HbA1 dan HbA2). Haemoglobin membawa oksigen, sebagian karbondioksida dan mendapat perubahan pH.
Glycosylated haemoglobin (HbA1) ---> kadar HbA1 menunjukkan kadar gula darah selama periode beberapa bulan dan dapat digunakan untuk menilai derajat pengendalian pada Diabetes mellitus.
Nilai normal Hb untuk laki-laki adalah 13 gr% - 18 gr%, dan untuk wanita adalah 11,5 gr% - 16,5 gr% (Brooker, 2001).
Standar Asuhan Keperawatan
Standar
Asuhan Keperawatan adalah uraian pernyataan tingkat kinerja yang
diinginkan, sehingga kualitas struktur, proses dan hasil dapat dinilai.
Standar asuhan keperawatan berarti pernyataan kualitas yang didinginkan
dan dapat dinilai pemberian asuhan keperawatan terhadap pasien/klien.
Hubungan antara kualitas dan standar menjadi dua hal yang saling terkait
erat, karena melalui standar dapat dikuantifikasi sebagai bukti
pelayanan meningkat dan memburuk (Wilkinson, 2006).
Tujuan
dan manfaat standar asuhan keperawatan pada dasarnya mengukur kualitas
asuhan kinerja perawat dan efektifitas manajemen organisasi. Dalam
pengembangan standar menggunakan pendekatan dan kerangka kerja yang
lazim sehingga dapat ditata siapa yang bertanggung jawab mengembangkan
standar bagaimana proses pengembangan tersebut. Standar asuhan berfokus
pada hasil pasien, standar praktik berorientasi pada kinerja perawat
professional untuk memberdayakan proses keperawatan. Standar finansial
juga harus dikembangkan dalam pengelolaan keperawatan sehingga dapat
bermanfaat bagi pasien, profesi perawat dan organisasi pelayanan
(Kawonal, 2000).
Setiap
hari perawat bekerja sesuai standar – standar yang ada seperti
merancang kebutuhan dan jumlah tenaga berdasarkan volume kerja, standar
pemerataan dan distribusi pasien dalam unit khusus, standar pendidikan
bagi perawat professional sebagai persyaratan agar dapat masuk dan
praktek dalam tatanan pelayanan keperawatan professional (Suparti, 2005)
PPNI telah menyusun Standar Asuhan Keperawatan sebagai panduan bagi perawat Indonesia untuk melakukan Asuhan Keperawatannya.
Langganan:
Postingan (Atom)