Spiderman Memberi Asuhan Keperawatan kepada Klien: 09/26/14
Ilmu Keperawatan Dasar 1

Jumat, 26 September 2014

asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan nutrisi Presentation Transcript

  • ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN GANGGUAN NUTRISI “KWARSHIORKOR”
  • Asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan nutrisi adalah tindakan kegiatan atau proses dalam praktik keperawatan yang diberikan langsung kepada klien (pasien) untuk memenuhi kebutuhan pasien dalam mengatasi masalah gangguan nutrisi yang sedang dihadapi oleh pasien. PENGERTIAN ASKEP PADA KLIEN GANGGUAN NUTRISI
  • SISTEM TUBUH YANG BERPERAN DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI Sistem Pencernaan ▪ Mulut ▪ Gigi ▪ Lidah ▪ Pharink ▪ Esofagus ▪ Lambung ▪ Usus halus  Usus besar  Colon  Rectum Organ Aseksoris ▪ Hati ▪ Kantong Empedu ▪ Pankreas Gambar.1. Anatomi dan Fisiologi Sistem Pencernaan
  • PROSES PADA SALURAN PENCERNAAN
  • DEFINISI ▪ Gangguan nutrisi disebut dengan istilah “malnutrisi” ▪ Nama internasional KKP yaitu Calori Protien Malnutrition atau CPM adalah suatu penyakit difisiensi gizi dari keadaan ringan sampai berat, disebut juga Protien Energi Malnutrisi ( PEM ). ▪ Malnutrisi adalah kekurangan gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan, perkembangan, dan kebutuhan energi tubuh. JENIS-JENIS MALNUTRISI 1. Undernutrisi, yang terjadi akibat konsumsi makanan yang kuantitasnya tidak memadai selama periode waktu yang lama. Marasmus dan inanisi yang sinonim dengan undernutrisi yang parah. Kelaparan menyiratkan hampir tidak adanya makanan sama sekali. Contohnya: Marasmus, Kwashiorkor, dan Campuran Marasmus-Kwashiorkor. 2. Overnutrisi, yang terjadi akibat konsumsi makanan yang berlebihan selama periode waktu yang lama. Contohnya: Obesitas Gambar.3. malnutrisi energi dan protein (MEP)
  • FOTO-FOTO UNDERNUTRISI
  • Untuk Menghitung Status Gizi, Kita Dapat Menggunakan Beberapa Jenis Rumus. Diantaranya Adalah: 1. Dan Interprestasi Persen Deviasi Dari UBW (Usual Body Weight/Berat Badan Biasanya) Dan Persen Penurunan Berat Badan MENGHITUNG STATUS GIZI KOTAK A-1 Menghitung dan Menafsirkan Persentase Deviasi dari Berat Badan Biasa dan Persentase Penurunan Berat Badan Menghitung Persentase Berat Badan Biasa % berat badan biasa = 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑏𝑎𝑑𝑎𝑛 𝑠𝑎𝑎𝑡 𝑖𝑛𝑖 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑏𝑎𝑑𝑎𝑛 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎 x 100 Malnutrisi ringan 85-90% Mallnutrisi sedang 75-84% Malnutrisi berat krang dari 74% Menghitung Persentase Penurunan Berat Badan % berat badan biasa = 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎 −𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑠𝑎𝑎𝑡 𝑖𝑛𝑖 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑏𝑎𝑑𝑎𝑛 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎 x 100 Penurunan berat badan signifikan 5% dalam 1bulan 7,5% dalam 3 bulan 10% dalam 6 bulan Penurunan berat badan berat >5% dalam 1bulan >7,5% dalam 3 bulan >10% dalam 6 bulan

HAEMOGLOBIN (Hb)

Haemoglobin adalah kompleks protein-pigmen yang mengandung zat besi. Kompleks tersebut berwarna merah dan terdapat didalam eritrosit. Sebuah molekul haemoglobin memiliki empat gugus haeme yang mengandung besi fero dan empat rantai globin. Terdapat beberapa bentuk haaemoglobin : tipe fetal (HbF)  dan dua bentuk utama haemoglobin dewasa (HbA1 dan HbA2). Haemoglobin membawa oksigen, sebagian karbondioksida dan mendapat perubahan pH.
Glycosylated haemoglobin (HbA1) ---> kadar HbA1 menunjukkan kadar gula darah selama periode beberapa bulan dan dapat digunakan untuk menilai derajat pengendalian pada Diabetes mellitus.
Nilai normal Hb untuk laki-laki adalah 13 gr% - 18 gr%, dan untuk wanita adalah 11,5 gr% - 16,5 gr% (Brooker, 2001).

Standar Asuhan Keperawatan

Standar Asuhan Keperawatan adalah uraian pernyataan tingkat kinerja yang diinginkan, sehingga kualitas struktur, proses dan hasil dapat dinilai. Standar asuhan keperawatan berarti pernyataan kualitas yang didinginkan dan dapat dinilai pemberian asuhan keperawatan terhadap pasien/klien. Hubungan antara kualitas dan standar menjadi dua hal yang saling terkait erat, karena melalui standar dapat dikuantifikasi sebagai bukti pelayanan meningkat dan memburuk (Wilkinson, 2006).
Tujuan dan manfaat standar asuhan keperawatan pada dasarnya mengukur kualitas asuhan kinerja perawat dan efektifitas manajemen organisasi. Dalam pengembangan standar menggunakan pendekatan dan kerangka kerja yang lazim sehingga dapat ditata siapa yang bertanggung jawab mengembangkan standar bagaimana proses pengembangan tersebut. Standar asuhan berfokus pada hasil pasien, standar praktik berorientasi pada kinerja perawat professional untuk memberdayakan proses keperawatan. Standar finansial juga harus dikembangkan dalam pengelolaan keperawatan sehingga dapat bermanfaat bagi pasien, profesi perawat dan organisasi pelayanan (Kawonal, 2000).
Setiap hari perawat bekerja sesuai standar – standar yang ada seperti merancang kebutuhan dan jumlah tenaga berdasarkan volume kerja, standar pemerataan dan distribusi pasien dalam unit khusus, standar pendidikan bagi perawat professional sebagai persyaratan agar dapat masuk dan praktek dalam tatanan pelayanan keperawatan professional (Suparti, 2005)
PPNI telah menyusun Standar  Asuhan Keperawatan sebagai panduan bagi perawat Indonesia untuk melakukan Asuhan Keperawatannya.